Thu Sep 12 09:56:00 UTC 2024: ## Perpustakaan Harus Menjadi Ruang Ekspresi, Bukan Hanya Tempat Membaca Buku

**Jakarta, 14 September 2024** – Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap tanggal 14 September hendaknya dimaknai lebih dari sekadar berkunjung dan membaca buku. Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, menekankan perlunya pendekatan “out of the box” dengan menghadirkan kegiatan inovatif, rekreatif, dan edukatif di perpustakaan.

Gol A Gong mencontohkan, lomba membuat video kreatif untuk reels dan tiktok, serta pembacaan puisi secara daring dapat menarik minat generasi muda dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang ekspresi. “Dari membaca buku itu kemudian muncul produk dan jasa,” jelasnya, menggarisbawahi pentingnya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Penulis buku “Suara Ibu yang Lain”, Muhammad Ade Putra, juga menekankan pentingnya pemahaman literasi di era digital. “Anak muda saat ini sangat memiliki aksesibilitas untuk membaca dan memahami literasi, mereka bisa belajar dari mana saja,” ujarnya.

Meskipun dihadapkan pada derasnya informasi di media sosial, Ade percaya anak muda mampu memaksimalkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan literasi. “Kami sebagai representasi anak muda sering kali dianggap malas membaca, padahal kami membaca dengan cara yang berbeda melalui konten-konten media sosial,” jelasnya.

Perkembangan perpustakaan di Indonesia juga menunjukkan progres positif. Perpusnas telah menghasilkan 710 buku berbasis naskah Nusantara, sementara Omah Library di Tangerang dan Baca di Tebet menjadi contoh perpustakaan dengan desain estetik dan nyaman yang menarik minat masyarakat.

Tema Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dalam program Colombo Plan 2024 selaras dengan kebutuhan masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan ruang berekspresi.

Read More