
Thu Sep 12 08:22:00 UTC 2024: ## Tiga Vaksin Andalan Melawan Penyebaran Mpox di Dunia
**Jakarta, Indonesia** – Penyakit Mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai monkeypox, telah menjadi perhatian global karena penyebarannya yang cepat melalui kontak fisik. World Health Organization (WHO) telah mengeluarkan tiga vaksin utama untuk menangkal penyebaran Mpox, yang semuanya telah terbukti efektif dalam mengurangi risiko infeksi.
Tiga vaksin tersebut adalah:
* **MVA-BN**: Vaksin ini merupakan vaksin Mpox pertama yang diizinkan di Indonesia. Diproduksi di Uni Eropa dan Kanada sejak 2013, vaksin ini dikhususkan untuk orang dewasa di atas 18 tahun. MVA-BN terbukti mampu menurunkan risiko infeksi hingga 62-85% dan diberikan dalam dua dosis dengan interval 28 hari.
* **LC16m8**: Dikembangkan di Jepang pada 1975, vaksin ini adalah vaksin cacar generasi ketiga yang telah terbukti efektif melawan Mpox. Vaksin ini aman digunakan oleh berbagai kalangan usia dan berhasil mengembangkan respons antibodi yang kuat terhadap berbagai jenis orthopoxvirus.
* **ACAM2000**: Vaksin cacar generasi kedua ini diproduksi oleh Emergent Biosolutions dan terbukti efektif melawan Mpox. Namun, vaksin ini memiliki risiko efek samping yang lebih serius dibandingkan MVA-BN, sehingga memerlukan pemantauan ketat setelah penyuntikan.
Ketiga vaksin ini memberikan harapan besar dalam upaya global untuk mengendalikan penyebaran Mpox. Meskipun setiap vaksin memiliki karakteristik unik dan tantangannya sendiri, semuanya berperan penting dalam mencegah penyakit ini.
Selain vaksinasi, menjaga imunitas tubuh yang baik dan pola hidup sehat juga penting untuk menghindarkan diri dari Mpox.
Di Indonesia, kasus Mpox meningkat pada tahun 2022, tetapi telah menurun pada tahun 2023. Vaksin Mpox sendiri sudah menerima Emergency Use Listing (EUL) dari WHO dan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM.
**Penelitian dan Pengembangan Vaksin**
Penelitian dan pengembangan berbagai jenis vaksin terus dilakukan untuk mendukung ketahanan kesehatan. BRIN tengah menjajaki penelitian terkait koinfeksi Mpox dengan penyakit lain, seperti HIV.
Kerja sama internasional juga dilakukan untuk memperkuat kemampuan dan kapasitas produksi vaksin di Afrika, melalui Reverse Linkage, kerangka kerja kolaborasi teknis yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan teknologi antarnegara anggota IsDB serta komunitas muslim.